Laman

Senin, 07 November 2011

KEPENDUDUKAN




Pendahuluan

Pembangunan berkelanjutan merupakan suatu proses pembangunan yang secara berkelanjutan mengoptimalkan manfaat dari sumber alam dan sumberdaya manusia dengan cara menyerasikan aktivitas manusia sesuai dengan kemampuan sumber alam yang tersedia. Secara implisit pengertian diatas mengandung makna beberapa aspek yaitu:

1. Proses pembangunan berlangsung secara berlanjut dan didukung oleh sumber alam dengan kualitas lingkungan dan manusia semakin berkembang;
2. Sumber alam terutama udara, air dan tanah, memiliki ambang batas dimana pemanfaatan yang berlebihan akan menyebabkan berkurangnya kuantitas dan kualitas sumberdaya alam sehingga mengurangi kemampuannya mendukung kehidupan umat manusia;
3. Kualitas lingkungan berkorelasi langsung dengan kualitas hidup, sehingga semakin baik mutu kualitas lingkungan semakin positif pengaruhnya pada kualitas hidup, yang antara lain tercermin pada meningkatnya usia harapan hidup, turunnya tingkat kematian, dan lain-lain;
4. Pembangunan berkelanjutan memungkinkan generasi sekarang meningkatkan kesejahteraannya tanpa mengurangi kemungkinan lagi generasi masa depan juga dapat meningkat kesejahteraannay.
Konsep pembangunan berkelanjutan memberikan dampak adanya batas, bukan batas absolut akan tetapi batas yang ditentukan oleh tingkat masyarakat dan organisasi sosial, mengenai sumberdaya alam serta kemampuan bisofer menyerap pelbagai pengaruh dari kativitas manusia. Teknologi dan organisasi dapat dikelola dan ditingkatkan guna memberi jalan bagi era baru pembangunan ekonomi.
Dengan demikian strategi pembangunan berkelanjutan bermaksud mengembangkan keselarasan baik antara umat manusia dengan alam. Keselarasan tersebut tentunya tidak bersifat tetap, melainkan merupakan suatu proses yang dinamis. Proses pemanfaatan sumberdaya, arah investasi, orientasi pengembangan teknologi, serta perubahan kelembagaan diselenggarakan secara konsisten dengan kebutuhan masa kini dan masa depan. Oleh karena itulah dalam pembangunan berkelanjutan, proses pembangunan ekonomi harus disesuaikan dengan kondisi penduduk serta sumberdaya alam dan lingkungan yang ada di suatu wilayah tertentu.

A. LANDASAN
1. Falsafah
Sejak dulu, masalah penduduk sudah menjadi perhatian manusia. Para negarawan maupun kelompok ahli sudah sering memperbincangkan tentang jumlah penduduk yang seimbang berdasarkan pertimbangan politik, militer dan faktor sosial ekonomi.
Pertambahan penduduk seperti yang kita alami sekarang menimbulkan banyak masalah kependudukan, tidak hanya kekurangan makan pada sebagian besar penduduk, tetapi juga kekurangan kesempatan kerja, sekolah, kekurangan tempat tinggal, kekurangan air dan berbagai macam akses lainnya.
2. Konsep
Dalam arti luas, populasi berarti sejumlah makhluk sejenis yang mendiami atau menduduki tempat tertentu, misalnya pohon jati yang terdapat di dalam suatu hutan. Penduduk merupakan media dinamik tentang tingkah laku masyarakat yang perlu mendapat penelitian dan penafsiran secara sosiologi. Oleh karena itu untuk mendapat penafsiran yang benar, seringkali gejala-gejala demografi harus diteropong pula dari berbagai ilmu, geografi, biologi, ekonomi, dan lainnya. peneropongan dari berbagai ilmu ini merupakan cakupan dari ilmu kependudukan.
3. Permasalahan
Masalah ialah sesuatu yang tidak normal, yang menyimpang dari kebiasaan, atau yang menyimpang dari harapan , oleh karena itu harus di cari cara penyelsesaiannya untuk mengatasinya. Kecepatan pertambahan indonesia sebesar 2,3 persen per tahun bisa dianggap bukan merupakan masalah jika tidak diketahui kondisi demografis lainnya. misalnya, dengan jumlah penduduk sebesar 147 juta jiwa pada tahun 1980 dan pertumbuhan sebesar 2,3 persen, maka jumlah tersebut akan mendekati 300 jiwa pada tahun 2010. Apakah sarana dan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan hidup rakyat dapat mengimbangi pengembangan jumlah itu?
4. Kebijaksanaan Kependudukan
Kebijaksanaan kependudukan merupakan gejala yang relatif baru. Kebijaksanaan itu meliputi penyediaan lapangan kerja untuk penduduk yang menghendakinya, memberikan kesempatan pendidikan, meningkatkan kesehatan serta usaha-usaha menambah kesejahteraan penduduk lainnya.

B. PERKEMBANGAN PENDUDUK DI INDONESIA
Melihat perkembangan penduduk Indonesia sejak sensus pertama sampai saat ini terlihat tingkat pertumbuhan pertahun dari periode sensus mengalami kenaikan. Semakin tinggi angka pertumbuhan penduduk makin cepat pula penduduk menjadi dua kali lipat. Akibatnya tingkat kepadatannya menjadi tinggi, karena dilain pihak tanah tidak menjadi tambah lebar. Kepadatan penduduk pulau jawa tertinggi di bandingkan pulau-pulau lain. pulau sumatera mempunya penduduk seperlima penduduk Indonesia, dengan wilayah hampir 4 kali pulau jawa. Hal-hal yang menyebabkan perkembangan atau pertumbuhan penduduk karena tiga faktor utama yaitu kelahiran yang sifatnya menambah penduduk, kematian yang sifatnya mengurangi jumlah penduduk dan migrasi yang dapat menambah maupun mengurangi jumlah penduduk tergantung apakah migrasi masuk lebih besar dari pada migrasi keluar dan sebaliknya.

C. Pertumbuhan penduduk dan tingkat pendidikan
Pertambahan penduduk yang cepat, terlepas dari pada pengaruhnya terhadap kualitas dan kuantitas pendidikan, cenderung untuk menghambat perimbangan pendidikan. Kekurangan fasilitas pendidikan menghambat program persamaan/perimbangan antara laki-laki dan perempuan, pedesaan dan kota, dan antara masyarakat kaya dan miskin. Pertambahan penduduk yang cepat menghambat perluasan pendidikan, juga mengarah pada apatisme disunia yang kesulitan menghadapinya. Tingkat pendidikan sangat menentukan sebagai alat penyampaian informasi kepada manusia tentang perlunya perubahan dan untuk merangsang penerimaan gagasan baru.

D. Pertumbuhan penduduk dan kelaparan
Semenjak periode 25 tahun terakhir ini dunia menghadapi tiga masalah pangan yang saling berkaitan dan mengkhawatirkan. Masalah-masalah tersebut adalah turunnya konsumsi gandum per kapita, ketidakmampuan membangun kembali persediaan gandum dan meningkatnya ketergantungan dunia akan ekspor gandum dari Amerika Utara. Sementara penduduk dunia bertambah terus dengan hampir 70 juta pertahun.

E. Kemiskinan dan keterbelakangan
1. Pengantar
Salah satu wabah penyakit yang serius yang melanda negara berkembang dewasa ini adalah kemiskinan dan keterbelakangan. Hal tersebut merupakan suatu penyakit, karena dalam kenyataannya kedua hal tersebut melemahkan fisik dan mental manusia yang tentunya juga berdampak negatif terhadap lingkungan.
2. Kemiskinan dan dampaknya
Kemiskinan terbagi menjadi tiga macam, kemiskinan relatif, yaitu menurut perbandingan kelas-kelas pendapatan; kemiskinan subjektif, menurut perasaan per-orang dan kemiskinan absolut, yaitu apabila tingkat hidup seseorang tidak memungkinkan untuk bisa memenuhi keperluan-keperluannya yang mendasar, sehingga kesehatannya baik fisik maupun mental terganggu karenanya.
3. Sebab sebab kemiskinan
Sebab-sebab kemiskinan yang pokok bersumber dari empat hal, yaitu mentalitas si miskin itu sendiri, minimnya keterampilan yang dimilikinya, ketidakmampuannya untuk memanfaatkann kesempatan-kesempatan yang disediakan, dan peningkatan jumlah penduduk yang relatif berlebihan.
4. Pokok- pokok penangggulangan kemisminan
Operasi-operasi penanggulangan kemiskinan harus mencakup membangkitkan motivasi untuk melepaskan diri dari kemiskinan, secara lebih mengefektifkan program-program yang telah ada dengan lebih mengingat pada kemampuan si miskin untuk memanfaatkannya, meningkatkan prasarana di pedesaan termasuk pemukiman-pemukiman transmigrasi yang baru, dan menyempurnakan parat pemerintah yang langsung menghadapi dan menangani kaum miskin.

F. KEMISKINAN DAN KETERBELAKANGAN
1. Pengantar
Salah satu wabah penyakit yang serius yang melanda negara berkembang dewasa ini adalah kemiskinan dan keterbelakangan. Hal tersebut merupakan suatu penyakit, karena dalam kenyataannya kedua hal tersebut melemahkan fisik dan mental manusia yang tentunya juga berdampak negatif terhadap lingkungan.
2. Kemiskinan dan dampaknya
Kemiskinan terbagi menjadi tiga macam, kemiskinan relatif, yaitu menurut perbandingan kelas-kelas pendapatan; kemiskinan subjektif, menurut perasaan per-orang dan kemiskinan absolut, yaitu apabila tingkat hidup seseorang tidak memungkinkan untuk bisa memenuhi keperluan-keperluannya yang mendasar, sehingga kesehatannya baik fisik maupun mental terganggu karenanya.
3. Sebab sebab kemiskinan
Sebab-sebab kemiskinan yang pokok bersumber dari empat hal, yaitu mentalitas si miskin itu sendiri, minimnya keterampilan yang dimilikinya, ketidakmampuannya untuk memanfaatkann kesempatan-kesempatan yang disediakan, dan peningkatan jumlah penduduk yang relatif berlebihan.
4. Pokok- pokok penangggulangan kemisminan
Operasi-operasi penanggulangan kemiskinan harus mencakup membangkitkan motivasi untuk melepaskan diri dari kemiskinan, secara lebih mengefektifkan program-program yang telah ada dengan lebih mengingat pada kemampuan si miskin untuk memanfaatkannya, meningkatkan prasarana di pedesaan termasuk pemukiman-pemukiman transmigrasi yang baru, dan menyempurnakan parat pemerintah yang langsung menghadapi dan menangani kaum miskin.
5. Kesimpulan
masalah kependudukan pada zaman sekarang ini perlu di perhatikan secara khusus dan serius betapa tidak sekarang jumlah kelahiran telah mencapai batas yang mengkhawatirkan. sebenarnya masalah kelahiran tidak menjadi masalah selama masih dalam batas wajar. selain itu sekarang telah terjadi kepadatan penduduk yang berlebihan yang salah satu akibatnya ialah jumlah lapangan pekerjaan tidak bisa menampung seluruhnya. masalah kependudukan juga mencakup masalah perpindahan penduduk yang tidak merata, yang mengakibatkan sebuah kota menjadi padat sekali. setiap unsur pemerintah dan masyarakat perlu turut serta untuk mengendalikan jumlah penduduk di Indonesia.
sumber: Ilmu Pengantar Lingkungan, Penerbit Gunadarma
                www.bappenas.go.id/get-file-server/node/8562/
                 library.usu.ac.id/download/fkm/fkm-sri%20rahayu.pdf

Minggu, 30 Oktober 2011

SUMBER DAYA ALAM



1. PENDAHUULUAN
Pembangunan sumberdaya alam dan lingkungan hidup seyogyanya menjadi acuan bagi kegiatan berbagai sektor pembangunan agar tercipta keseimbangan dan kelestarian fungsi sumberdaya alam dan lingkungan hidup sehingga keberlanjutan pembangunan tetap terjamin.
Pola pemanfaatan sumberdaya alam seharusnya dapat memberikan akses kepada segenap masyarakat, bukan terpusat pada beberapa kelompok masyarakat dan golongan tertentu, dengan demikian pola pemanfaatan sumberdaya alam harus memberi kesempatan dan peran serta aktif masyarakat, serta meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengelola sumberdaya alam secara berkelanjutan.
Peranan pemerintah dalam perumusan kebijakan pengelolaan sumberdaya alam harus dapat dioptimalkan, karena sumberdaya alam sangat penting peranannya terutama dalam rangka meningkatkan pendapatan negara melalui mekanisme pajak, retribusi dan bagi hasil yang jelas dan adil, serta perlindungan dari bencana ekologis.  Sejalan dengan otonomi daerah, pendelegasian secara bertahap wewenang pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam pengelolaan sumberdaya alam dimaksudkan untuk meningkatkan peranan masyarakat lokal dan tetap terjaganya fungsi lingkungan
Meningkatnya intensitas kegiatan penduduk dan industri perlu dikendalikan untuk mengurangi kadar kerusakan lingkungan di banyak daerah antara lain pencemaran industri, pembuangan limbah yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan kesehatan, penggunaan bahan bakar yang tidak aman bagi lingkungan, kegiatan pertanian, penangkapan ikan dan pengelolaan hutan yang mengabaikan daya dukung dan daya tampung lingkungan.
Dengan memperhatikan permasalahan dan kondisi sumberdaya alam dan lingkungan hidup dewasa ini, maka kebijakan di bidang pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup ditujukan pada upaya :
(1)   mengelola sumberdaya alam, baik yang dapat diperbaharui maupun yang tidak dapat diperbaharui melalui penerapan teknologi ramah lingkungan dengan memperhatikan daya dukung dan daya tampungnya;
(2)   menegakkan hukum secara adil dan konsisten untuk menghindari perusakan sumberdaya alam dan pencemaran lingkungan;
(3)   mendelegasikan kewenangan dan tanggung jawab kepada pemerintah daerah dalam pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup secara bertahap;
(4)   memberdayakan masyarakat dan kekuatan ekonomi dalam pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal;
(5)   menerapkan secara efektif penggunaan indikator-indikator untuk mengetahui keberhasilan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup;
(6)   memelihara kawasan konservasi yang sudah ada dan menetapkan kawasan konservasi baru di wilayah tertentu; dan
(7)   mengikutsertakan masyarakat dalam rangka menanggulangi permasalahan lingkungan global.
                 Sasaran yang ingin dicapai adalah terwujudnya pengelolaan sumberdaya alam yang berkelanjutan dan berwawasan keadilan seiring meningkatnya kesejahteraan masyarakat serta meningkatnya kualitas lingkungan hidup sesuai dengan baku mutu lingkungan yang ditetapkan, serta terwujudnya keadilan antar generasi, antar dunia usaha dan masyarakat, dan antar negara maju dengan negara berkembang dalam pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungan hidup yang optimal.

A. LANDASAN
1.Falsafah
Masyarakat indonesia dalam kenyataannya lebih akrab dengan lingkungan alamnya daripada dengan lingkungan tekonologi. Keadaan alam masih lebih menentukan untuk sebagian besar masyarakat indonesia daripada upaya teknologi.
Perkembangan tekonologi yang mengelola sumber daya alam harus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat, dengan tetap memperhatikan keseimbangan dan kelestariannya, sehingga alam akan tetap bermanfaat bagi generasi-generasi mendatang.
2. Konsep
Sumber daya alam ialah suatu sember daya yang terbentuk karena kekuatan alamiah, misalnya tanah, air dan perairan, biotis, udara dan ruang, mineral, tentang alam (landscape), panas bumi dan gas bumi, angin, pasang surut/arus laut.
3. permasalahan
Sumber daya alam yang ada merupakan unsur dari lingkungan hidup yang mendukung kehidupan di muka bumi dan tanah air Indonesia. Jumlah sumber daya alam yang terbatas merupakan suatu kendala pembangunan nasional. Hal ini perlu mendapat perhatiankarena sumber daya alam yang ada, terutama tanah, hutan, perairan dan ruang yang sudah berada dalam keadaan kritis.


B. KEBIJAKSANAAN
GBHN dengan jelas menyebutkan bahwa sumber daya alam merupakan salah satu modal pasar pembangunan. Sebagai modal besar sumber daya alam harus dimanfaatkan sepenuhnya, tetapi dengan cara tidak merusak. Bahkan harus di pilih cara yang dapat memelihara dan mengembangkan agar modal dasar tersebut besar manfaatnya untuk pembangunan yang akan datang.

C. PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM
Pembangunan suatu daerah selalu didasarkan kepada pemanfaatan suatu sumber daya alam. Makin banyak suatu daerah mempunyai sumber daya alam dan makin efisisien pemanfaatan sumber daya alam tersebut, maikin baik keadaan kehidupan ekonomi dalam jangka panjang.
Berdasarkan kemampuannya untuk memperbaharui diri sesudah mengalami sesudah mengalami suatu gangguan, maka sumber daya alam dibagi menjadi 2 golongan, yaiutu; (1) sumber alam yang dapat diperbaharui, dan (2) sumber alam yang tidak dapat diperbaharui seperti mineral, minyak bumi, gas bumi, dan lain-lain.
Hubungan antara sumber alam, jumlah penduduk dan kualitas hidup dapat digambarkan sebagai berikut (cloud 1969).
Dalam pemanfaatan sumber alam perlu kita perhatikan empat lingkungan yang saling berkaitan erat sekali, yaitu lingkungan perlindungan matang, lingkungan produksi yang bertumbuh, lingkungan serbaguna, dan lingkungan pemukiman dan industri. Keseimbangan antara keempat lingkungan pembangunan tersebut sangat diperlukan bagi pembangunan ekonomi yang lestari, oleh karena keseimbangan tersebut berdasarkan atas perkembangan ekosistem dan sumber alam menjadi landasan pembangunan.
Agar dapat diimplementasikan secara efektif, Sistem Pengelolaan Lingkungan harus mencakup beberapa elemen utama sebagai berikut:
1.    Kebijakan lingkungan: pernyataan tentang maksud kegiatan pengelolaan lingkungan dan prinsip-prinsip yang digunakan untuk mencapainya.
2.    Perencanaan; mencakup identifikasi aspek lingkungan dan persyaratan peraturan lingkungan hidup yang bersesuaian, penentuan tujuan pencapaian dan program pengelolaan.
3.    lmplementasi; mencakup struktur organisasi, wewenang dan tanggung jawab, pelatihan, komunikasi, dokumentasi, pengendalian dan tanggap darurat.
4.    Pemeriksaan reguler dan tindakan perbaikan: mencakup pemantauan, pengukuran, dan audit.
5.    Kajian pengelolaan; kajian tentang kesesuaian dan efektifitas sistem untuk mencapai tujuan dan perubahan yang terjadi di luar organisasi.

- Arah kebijakan Sumber Daya Alam.
Mengelola sumber daya alam (SDA) dan memelihara daya dukung serta upaya konservasi, rehabilitasi dan penghematan penggunaan sumber daya alam yang menerapkan teknologi ramah lingkungan.
- strategi dalam melestarikan Sumber Daya Alam
Mengoptimalkan upaya konservasi, rehabilitasi dan penghematan sumber daya pertambangan, energi dan air melalui sosialisasi penghematan, kepedulian dan kesadaran masyarakat, meningkatkan kerjasama antar unit/instansi terkait dalam pengelolaan dan penegakan hukum.

D. KARAKTERISTIK EKOLOGIS SUMBER DAYA ALAM
Kegiatan pembangunan membawa berbagai tingkat perubahan terhadap ekosistem, tetapi selalu diatur oleh pembatasan ekologis yang bekerja dalam suatu ekosistem alami itu. Faktor-faktor pembatas ekologis ini perlu diperhitungkan agar pembangunan membawa hasil yang lestari.
Tanah sebagai sumber daya alam
Tanah merupakan kumpulan ditubuh alam diatas permukaan bumi yang mengandung benda-benda hidup dan mampu mendukung pertumbuhan tanaman. Melalui tindakan pengolahan yang tepat dan pengembalian bahan organik keadaan fisik tanah dapat dimodifikasikan.
Air sebagai sumber daya alam
Air merupakan salah satu sumber daya alam yang mulai terasa pengaruhnya pada bidang pertanian dan industri di berbagai tempat di dunia. Kebutuhan manusia akan sumber daya alam air menjadi sangat nyata bila dikaitkan dengan pertambahan penduduk, kebutuhan pangan, peningkatan industrilisasi dan perlindungan ekosistem terhadap teknologi.
Cuaca dan iklim sebagai faktor penunjang sumber daya alam dan lingkungan.
Cuaca dan iklim akan berfluktuasisasi dan berubah karena alam, dan juga karena manusia. Perubahan karena manusia berpangkal dari pertumbuhan penduduk yang menyebabkan bertambahnya jumlah energi secara langsung ke dalam udara, pembukaan tanah yang menyebabkan terjadinya perubahan energi yang baik yang menuju atau keluar dari permukaan bumi.

E. DAYA DUKUNG LINGKUNGAN
Lingkungan tidak dapat mendukung jumlah kehidupan yang tanpa batas. Kemampuan lingkungan untuk mendukung kehidupan yang ada di dalamnya disebut daya dukung lingkungan. Apabila daya dukung lingkungan itu terlampaui maka manusia akan mengalami berbagai kesulitan. Daya dukung lingkungan ditentukan oleh banyak faktor, baik faktor biofisik maupun sosial-budaya-ekonomi. Kedua faktor itu saling mempengaruhi.
 F. Sumber daya alam di Indonesia
Indonesia merupakan negara dengan tingkat biodiversitas tertinggi kedua di dunia setelah Brazil. Fakta tersebut menunjukkan tingginya keanekaragaman sumber daya alam hayati yang dimiliki Indonesia dan hal ini, berdasarkan Protokol Nagoya, akan menjadi tulang punggung perkembangan ekonomi yang berkelanjutan (green economy).Protokol Nagoya sendiri merumuskan tentang pemberian akses dan pembagian keuntungan secara adil dan merata antara pihak pengelola dengan negara pemilik sumber daya alam hayati, serta memuat penjelasan mengenai mekanisme pemanfaatan kekayaan sumber daya alam tersebut.Kekayaan alam di Indonesia yang melimpah terbentuk oleh beberapa faktor, antara lain:
Dilihat dari sisi astronomi, Indonesia terletak pada daerah tropis yang memiliki curah hujan yang tinggi sehingga banyak jenis tumbuhan yang dapat hidup dan tumbuh dengan cepat.
Dilihat dari sisi geologi, Indonesia terletak pada titik pergerakan lempeng tektonik sehingga banyak terbentuk pegunungan yang kaya akan mineral.
Daerah perairan di Indonesia kaya sumber makanan bagi berbagai jenis tanaman dan hewan laut, serta mengandung juga berbagai jenis sumber mineral.
Tingginya tingkat biodiversitas Indonesia ditunjukkan dengan adanya 10% dari tanaman berbunga yang dikenal di dunia dapat ditemukan di Indonesia, 12% dari mamalia, 16% dari hewan reptil, 17% dari burung, 18% dari jenis terumbu karang, dan 25% dari hewan laut. Di bidang agrikultur, Indonesia juga terkenal atas kekayaan tanaman perkebunannya, seperti biji coklat, karet, kelapa sawit, cengkeh, dan bahkan kayu yang banyak diantaranya menempati urutan atas dari segi produksinya di dunia.
Sumber daya alam di Indonesia tidak terbatas pada kekayaan hayatinya saja. Berbagai daerah di Indonesia juga dikenal sebagai penghasil berbagai jenis bahan tambang, seperti petroleum, timah, gas alam, nikel, tembaga, bauksit, timah, batu bara, emas, dan perak.Di samping itu, Indonesia juga memiliki tanah yang subur dan baik digunakan untuk berbagai jenis tanaman.Wilayah perairan yang mencapai 7,9 juta km2 juga menyediakan potensi alam yang sangat besar.
G. Kesimpulan
sumber daya alam merupakan salah satu unsur pendukung ekonomi suatu negara. Indonesia sebagai salah satu negara dengan sumber daya alam yang beragam seharunya dapat menjadi sebuah negara yang sangat makmur, namun penanganan dan pelestarian yang masih buruk menyebabkan  indonesia gagal melestarikan sumber daya alam yang sedikit demi sedikit akan habis dikarenakan ulah tangan-tangan manusia itu sendiri. selain itu sumber daya alam merupakan penunjang iklim suatu negara dimana jika telah rusak ekosistem suatu negara maka bencana alam akan datang silih berganti. jadi setiap manusia seharusnya dan wajib unguk menjaga sumber daya alam sekitarnya.

sumber: Ilmu Lingkungan Industri, Penerbit Gunadarma
             bappedajakarta.go.id/download/renstrada/Renstrada_Bab11.pdf
             soemarno.multiply.com
             id.wikipedia.com
             searching "sumber daya alam" at google.com




Senin, 17 Oktober 2011

Seminar dan Workhsop AVROLOGI 2011


Seminar dan Workshop AVROLOGI 2011

Seminar dan workshop 2011 yang di adakan HME ITB ini merupakan seminar pertama di luar kampus Gunadarma sekaligus workshop pertama  yang saya ikuti selama menjadi mahasiswa. Acara yang terselenggara selama  2 hari ini dimana  hari pertama adalah Seminar dan hari kedua adalah Workshop. Jujur ini merupakan pengalaman yang sangat berkesan buat saya dimana saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga.
Keberangkatan
Sekitar pukul 04.10 subuh saya mulai bersiap-siap untuk berangkat ke bandung mengikuti  seminar & workshop. Dimulai dari membersihkan diri dan tak lupa shalat subuh terlebih dahulu. Lalu pukul 05.00 saya bersama seorang teman mulai berangkat ke terminal dan selanjutnya mengikuti bus tujuan Bandung.  Perjalanan sekitar 2,5 jam melewati sekitaran jawa barat dan akhirnya sampai di Bandung tepatnya terminal LW Panjang,  setelah itu dilanjutkan menaiki bus damri tujuan kampus ITB.

Jalannya seminar
Tepat pukul 10:00 kami tiba di gedung tempat acara diselenggarakan. Kami melakukan registrasi dengan menukarkan bukti transfer kepada pihak panitia yang ditukarkan dengan tiket+modul  serta snack buat para peserta seminar. Acara yang dimulai pada pukul 10:30 mengangkat tema “Aplikasi Dasar Mikrokontroller” ini merupakan hal baru buat saya (mungkin juga buat peserta lainnya) terlihat bahwa saat seminar berlangsung peserta begitu semangat menyimak “bait demi bait” dari pada tutor saat itu. Tutor memulai pembicaraan dengan pengenalan mengenai mikrokontroller tersebut .  banyak ilmu baru yang saya dapatkan pada seminar hari pertama dari apa itu  mikrokontroller, sejarahnya, jenis-jenisnya,  komponen-komponen  penyusunnya+ cara kerjanya serta pengaplikasiaannya. Ohya ternyata huruf – huruf berjalan yang biasa kita lihat di jalan tol maupun biasa dirumah makan ternyata didalamnya menggunakan microkontroller juga. Itulah salah satu pengaplikasian dari bermaca-macam pengaplikasian mikrokontroller.

Hari ke-2, workshop
Hari pertama telah berlalu dan tibalah hari kedua sekaligus hari terakhir acara ini diselenggarakan. Hari kedua adalah workshop, layaknya hari pertama adalah teori maka hari keduanya adalah prakteknya. Workshop di adakan di lab. Elektro itb dengan setiap peserta dihadapkan dengan satu buah komputer dimana nantinya para peserta akan diajarkan cara menginput program yang akan dimasukkan ke sebuah alat yang telah terkonfigurasi di PCB. Pertama peserta disuruh menginput sebuah program yang nantinya outputnya mengeluarkan bunyi nyaring istlahnya “buzzer” dan  lampu kedap-kedip. Selama kurang lebih sekitar 7 jam mempraktekkan berbagai program. Maka hari keduapun  “lunas” terselesaikan. Hari-hari yang begitu  energik dan menyenangkanpun telah selesai,  setiap peserta diberikan “oleh-oleh “ sebuah perangkat hardware yang telah dibagikan sejak pertama kali berjalannya workshop. Itulah sepenggal kisah semangat mahasiswa mencari ilmu walaupun sampai ke kota bandung. Terima kasih

Sabtu, 25 September 2010

assignment of english part 2

Yes i do. We can not deny anymore that English has become the universal language for the majority of countries today. And has become the everyday language about some of the country. More specifically to electric technology, I think that is very linked together because the majority language of the appliance or electronic media is now using English .. from mobile phones, television, computer, etc using the language of instruction english .. so would not want people at least know the english language, what hope do we as a candidate for electrical engineers is a necessity to understand the language. Thank you

assignment of english part 1

The main reason I chose electro is my own personal desires are like the field, but it is the electrical engineering department much-needed modern society today, we all already know it, that  goods that "smell" has entered the house of electro- home community in general, for example, handphone .. who is not familiar with the telecommunications equipment is of class one officials until pedicab driver would even have it .. Another example of television, try to look at homes in the majority of our neighbors must have a "black box" of this magic. We can not deny anymore that the electro-technology, especially technology directly or indirectly, conscious or unconscious has changed the lifestyle of today's society .. so I feel no one chose electrical engineering majors this .. with sincere intentions as a candidate for electrical engineers, I intend to at least be able to serve the community in terms of providing tools or media that relate to my field that is the electronics and try to better balance the progress of electronics technology with life in the community generally. Thank you